๐ŸŒฅ๏ธ Keberkahan Ilmu Dari Guru

544total views, 2 views today. Para santri Pesantren Media insya Allah sudah sangat hafal dengan istilah ini. Sebab, hampir di setiap pertemuan saya dan para guru yang mukim di pondok selalu mengingatkan tentang pentingnya keberkahan ilmu. Sebab, percuma saja banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi tidak berkah, tidak barokah. KeberkahanIlmu Bergantung pada Keridhoan Guru pasti sang guru pun juga akan cinta kepada muridnya tersebut dan akan selalu mendoakan yang terbaik untuknya keberkahan ilmu tergantung pada keridhoan guru,apabila guru sudah ridho mengajar si murid walaupun si murid tidak mengerti apa yang diterangkan oleh sang guru pasti akan barokah juga Bolehsaja kita belajar dengan cara otodidak, akan tetapi alangkah baiknya kita tetap mencari guru untuk belajar. Dan supaya segala ilmu yang kita cari akan memperoleh keberkahan dari seorang bimbingan guru. 6. Thaul Zaman (Waktu Yang Lama) Seseorang yang mencari ilmu diperlukan waktu yang lama. Tidak ada waktu yang singkat dalam menuntut ilmu. Berkahilmu itu bukan hanya didapat dari menghormati dan mengagungkan guru tapi keberkahan bisa di dapat dari bagaimana cara kita mengagungkan kitab dan pengarang kitap yang dipelajari. Adapun tatacara menghormati guru atau kiai menurut Syaikh Burhanuddin dalam kitab Ta'lim Muta'allim menjelaskan : Keberkahanilmu yang diperoleh diketahui dari peningkatan amal shaleh pada diri seorang muslim. Jika sudah dapat ilmu tapi tidak berbekas pada diri kita, bisa jadi, itu adalah tanda kita tidak mendapat keberkahan ilmu. Misalnya, bertahun-tahun belajar serta mendatangi majelis ilmu (majlis ta'lim), tetapi masih banyak keburukan pada diri, berarti itu tidak ada keberkahan. HikmahSiang : Makna Keberkahan Hidup yang Patut Diketahui Anies Ubah Nama RSUD Jadi Rumah Sehat Untuk Jakarta Kini Abu Bakar Ba'asyir Akui Pancasila, MUI: Jika Ada Muslim Menolak Pasti karena Salah Paham Anies Baswedan dan Para Buzzer Duh! Utang Tembus 7.123 T, Andi Sinulingga: Beban Serius untuk Generasi Mendatang SedangkanSanad ilmu atau sanad guru adalah otentifikasi atau kebenaran sumber perolehan penjelasan baik Al Qur'an maupun As Sunnah dari lisan Rasulullah. Kita memahami Al Qur'an dan As Sunnah berdasarkan apa yang kita dengar dari apa yang disampaikan oleh ulama-ulama terdahulu yang tersambung dengan lisannya Rasulullah shallallahu alaihi 1 keberkahan Ilmu 2. hadiah dari guru 3. kemanfaatan ilmu 4. piagam penghargaan Siswa yang menghormati dan menaati guru akan memperoleh . A. 1 dan 3 C. 2 dan 3 B. 1 dan 4 D. 2 dan 4 Urutan yang benar dalam menunaikan rukun umrah adalah . A. Ihram - thawaf - tahalul - sa'i C. thawaf, ihram, sa'i - tahalul Keberkahanilmu harus dimulai dengan niat yang lurus dan benar para penuntut ilmu dalam kitabnya, Hilyah Th ฤ lib al-'Ilmi, pada dasarnya mengambil ilmu pertama kali bukanlah dari buku, tetapi harus dari guru yang engkau percayai memiliki kunci-kunci pembuka ilmu, agar engkau terbebas dari bahaya dan ketergelinciran. Oleh karena itu . Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ilmu merupakan suatu pengetahuan yang dapat meningkatkan pemahaman atau kompetensi dari masing-masing individu. Dengan adanya ilmu kita yang awalnya tidak mengetahui tentang apa-apa menjadi semakin tahu. Ilmu ini mengenai pemahaman terhadap suatu bidang, ada ilmu fisika, ilmu biologi, ilmu kedokteran, dan ilmu-ilmu yang lainnya. Tentunya suatu ilmu bisa kita dapatkan dari seseorang yang memberikan wawasan nya pada diri kita. Biasanya sering disebut guru. Guru adalah seseorang yang mencoba untuk memberikan ilmu yang diketahuinya kepada orang yang kita dapatkan harusnya kita pelajari. Akan tetapi, janganlah bila makin belajar, makin berlagak dengan guru, bercakap menunjuk pandai di depan guru, akhirnya semakin banyak yang dipelajari, semakin membuat kita jauh dari dari itu keberkahan ilmu yang kita punya berawal dari bagaimana adab kita terhadap guru yang telah memberikan ilmunya. Kita harus menjaga adab kita terhadap guru. Bagaimana cara kita menjaga adab terhadap guru kita? Pertama, kita harus memberi salam apabila bertemu dengan guruKedua, tidak banyak berkata-kata dihadapan guruKetiga, tidak memulai suatu pembicaraan tanpa adanya izin dari guruKeempat, tidak pernah membantah apa yang diperintahkan oleh guru Kelima, tidak pernah merasa pandai atau lebih tau diri dibandingkan dengan guruKeenam, tidak membicarakan kejelekan guru kitaKetujuh, janganlah berburuk sangka dengan guruSemoga bermanfaat Lihat Pendidikan Selengkapnya โ€“ Al ilmu bi taโ€™allum wal barakah bil khidmah. Ilmu diperoleh dengan belajar, keberkahan ilmu diperoleh dengan khidmah. Inilah salah satu slogan para santri dan asatidz di pesantren-pesantren. Slogan ini bukan sekedar slogan. Ia memiliki makna yang berusaha diwujudkan dalam proses pendidikan di pondok pesantren. Bagian pertama tentu tidak asing di telinga umumnya anak-anak Indonesia. Mendapatkan ilmu memang harus dengan belajar. Tidak ada jalan lain misalnya dengan datang ke dukun meminta mantra-mantra tertentu untuk pintar, mandi kembang tujuh rupa, bertapa di kaki gunung, pakai contekan saat ujian, dan seterusnya. Semua itu mungkin membantu saat ujian, tetapi tidak menambah ilmu. Tidak ada cara lain mendapatkan ilmu kecuali dengan belajar. Ini bagian pertama. Namun, jarang ada yang meyakini atau berusaha mengamalkan bagian kedua. Untuk memperoleh keberkahan ilmu harus dengan khidmah. Bagian ini berisi dua kata kunci, yaitu berkah dan khidmah. Agar ilmu yang telah dipelajari berberkah, maka seorang penuntut ilmu harus berkhidmah. Apa yang dimaksud berkah? Apa pula maksud khidmah? Secara sederhana keberkahan ilmu atau ilmu yang berberkah dapat diartikan sebagai ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang telah dipelajari dengan susah-payah memberi manfaat baik bagi diri sendiri dan orang lain. Ilmu itu membawa manusia mendekat kepada Allah, bukan malah menjauh. Jika suatu ilmu menjauhkan manusia dari Allah, itu ciri ilmu itu tidak bermanfaat, walaupun ilmu itu misalnya, membawa kekayaan dan mengantarkan pelakunya kepada puncak popularitas. Keberkahan ilmu ini kurang lebih sama dengan keberkahan harta. Harta yang berberkah adalah harta yang mendekatkan pemiliknya kepada Allah, bukan malah membuatnya semakin jauh dari Allah. Walaupun banyak, jika hanya menjadi sarana maksiat, menambah dosa, maka harta dapat disebut tidak berkah. Begitu pula ilmu. Khidmah adalah satu satu cara meraih keberkahan ilmu. Khidmah dapat diterjemahkan dengan pengabdian. Jadi seorang penuntut ilmu adalah orang yang mengabdi, baik kepada gurunya, lembaga pendidikannya, atau kepada masyarakat pada umumnya. Tujuan utama dari khidmah adalah untuk menciptakan hubungan batin yang kuat antara murid dengan guru dan mendapatkan keridhaan guru. Jika guru sudah ridha kepada murid, itu alamat sang murid akan berhasil. Keridhaan guru merupakan keberhasilan pertama murid. Khidmah ada tiga macam. Khidmah pertama adalah khidmah bi nafs, yaitu khidmah dengan fisik atau tenaga. Khidmah ini bisa dilakukan dengan hal-hal kecil seperti merapikan sandal guru agar guru mudah memakai sandalnya kembali, mencuci kendaraan guru, atau membantu pekerjaan rumah guru. Para santri di pesantren-pesantren salafiyyah dapat menjadi contoh dalam khidmah jenis ini. Ada kisah menarik pada zaman kekhalifahan Harun ar-Rasyid. Dikisahkan dua putra khalifah menuntut ilmu ke Imam Al Kisaโ€™i, seorang Ulama pakar bahasa Arab dan Al Quran. Imam Al Kisaโ€™i menguasai Qiraah Sabโ€™ah. Demikian tingginya adab dan khidmah kedua putra khalifah, mereka sampai berebut memakaikan sandal gurunya, Imam Al Kisaโ€™i. Sekali lagi, berebut memakaikan sandal! Melihat tingkah kedua muridnya itu, sang Imam terkagum-kagum. Sang Imam lantas memerintahkan masing-masing memasang satu sandal. Khidmah kedua adalah khidmah bil maal, yaitu khidmah dengan harta. Khidmah dengan harta mungkin belum dapat dilakukan oleh murid sebab belum berpenghasilan. Khidmah dengan harta ini dapat dilakukan kelak jika murid memiliki penghasilan sendiri. Berkhidmah dengan harta misalnya dengan menyumbangkan harta untuk pembangunan pesantren. Khidmah ketiga adalah khidmah bi duโ€™a, yaitu khidmah dengan cara mendoakan guru. Ya, mendoakan guru juga bagian dari khidmah. Dalam kitab Al-Bayan fi Madzhabi al-Imam asy-Syafii karya Abi al-Husain Yahya Ibn Abi al-Khair Al-Yamani Al-Syafi disebutkan perkataan Imam Ahmad bin Hanbal, murid Imam Syafiโ€™i. Imam Ahmad berkata, โ€œAku mendoakan Imam asy-Syafiโ€™i dalam shalat selama empat puluh tahun. Aku berdoa, โ€œYa Allah ampunilah aku, kedua orang tuaku dan Muhammad bin Idris asy-Syafiโ€™iโ€. Semoga Allah memudahkan kita berkhidmah kepada guru-guru kita. Allhumma amin. Oleh Wahyudi Husain Editor Oki Aryono *Pengajar di Pondok Pesantren At-Taqwa, Depok Keberkahan adalah sesuatu yang sulit diukur dengan parameter yang bersifat khissi konkret. Para ulama mendefinisikan ุงู„ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉู dengan ุงู„ู†ู…ุงุก ูˆุงู„ุฒูŠุงุฏุฉ bertambah dan berkembang. Al Asfahani mendefinisikan ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉูŒโ€™, yaitu tsubut alal khoir al ilaahi fii syaiโ€™, yaitu menetapnya kebaikan dari Allah kepada sesuatu. Definisi lain berkah adalah al-khair al-katsir al-mutayazid al-mutadawim, yaitu kebaikan yang banyak terus menerus bertambahโ€. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberkahan ilmu, yaitu adab orang tua kepada pendidik, adab dari sang anak dan adab seorang pendidik itu sendiri, apakah ia mendidik masih bertendensi pada keduniawian. Dari beberapa faktor tersebut, mengapa semua itu terkaitkan dengan adab? Jawabannya Adab atau akhlaqul karimah adalah perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya secara syarโ€™i, banyak sekali hadis ataupun riwayat yang menjelaskan tentang khusnul khuluq atau adab, bahkan sebagiannya Rasulullah Saw. kaitkan dengan tingkat keimanan seseorang dengan hari akhir. Sebagaimana hadis, ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู’ู„ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠููƒู’ุฑูู…ู’ ุฌูŽุงุฑูŽู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠููƒู’ุฑูู…ู’ ุถูŽูŠู’ููŽู‡ู โ€œBarang siapa yang beriman dengan hari akhir maka hendaklah memuliakan tetangganya, dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah memuliakan tamu.โ€ Hr. Bukhari dan Muslim Pentingnya Khusnul Khuluq atau taโ€™addub kepada orang yang berilmu. Allah menegaskan dalam sebuah ayat, ูŠูŽุฑู’ููŽุนู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุฃููˆุชููˆุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽ ุฏูŽุฑูŽุฌูŽุงุชู โ€œAllah Swt. mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat di atas yang lainโ€. Al Mujadilah 11 Ayat tersebut menjelaskan tentang kemuliaan orang berilmu, maka adalah sebuah pelanggaran kepada Allah Swt. apabila tidak memuliakan orang yang Allah angkat/muliakan derajatnya. Adapun pula pendidik adalah orang yang dikatakan Allah, ุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‘ู…ูŽู‡ู Yaitu orang terbaik dimana ia mengajarkan al Qurโ€™an dan mengajarkannya kepada orang lain. Dari hadis itu Allah statuskan para pendidik sebagai khairunnas, sebaik-baik manusia. Baca juga Pendidikan yang Memanusiakan Pendidik juga adalah manusia yang disabdakan Rasulullah Saw. โ€œSesungguhnya Allah, para malaikat Nya, penduduk langit dan bumi sampai semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia โ€œ HR. At-Tirmidzi Bilamana orang tua tiada lagi ihtirom kepada muโ€™allim, bisa dikatakan bahwa ia melawan semesta, padahal semesta telah memuliakannya. Konsep yang diterapkan para muโ€™allim dalam pendidikan khususnya kuttab yaitu, โ€œุงู„ุฃุฏุจ ู‚ุจู„ ุงู„ุนู„ู… ูˆ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ู‚ุจู„ ุงู„ู‚ุฑุขู†โ€ Adab sebelum ilmu, iman sebelum Qurโ€™an Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya menjadi anak yang beradab, hal ini tidak akan tercapai bilamana tidak ada qudwah dari orang tua. Metode teladan yang baikโ€™ adalah cara yang efektif untuk menumbuhkan adab anak. Salah satu qudwah shalihat yaitu menempatkan adab orang tua, ihtirom kepada muโ€™allim sang anak. Sebagaimana Ali bin abi Thalib pernah berkata, โ€œAku adalah hamba bagi orang-orang yang mengajarkan ilmu walaupun satu hurufโ€. Dari perkataan Ali Radhiyallahu anhu dapat disimpulkan, bahwa orang yang mengajarkan ilmu walaupun satu huruf, maka ialah tuannya, Sedangkan para pendidik mengajarkan tak hanya satu huruf. Baca juga Mengajar Era Lalu dimana letak keberkahan ilmu sang anak? Pertama, sebuah motivasi bagi para muโ€™allim, di antara yang menguatkan seorang pendidik adalah sikap wali santri yaitu ihtiram kepada muโ€™allim sang anak. Bilamana mereka menguatkan, mendukung penuh terhadap proses pendidikan sang anak, maka hal itu menjadi motivasi bagi muโ€™allim, sehingga hasil tarbiyah kepada anak didik pun akan semakin kuat. Kedua, syukur kepada Allah. ู…ู† ู„ุง ูŠุดูƒุฑ ุงู„ู†ุงุณ ู„ุง ูŠุดูƒุฑ ุงู„ู„ู‡โ€™ Barangsiapa yang tidak berterimakasih kepada orang yang berjasa mendidik anak kita, dia belum berterimakasih kepada Allah Swt. Maka dari itu, penting sekali berterimakasih kepada siapapun yang berbuat baik dan Allah akan tambahkan nikmat-Nya kepadanya, ู„ูŽุฆูู†ู’ ุดูŽูƒูŽุฑู’ุชูู…ู’ ู„ุฃุฒููŠุฏูŽู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ โ€œSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamuโ€ฆโ€ Apabila seseorang telah bersyukur, maka sempurnalah kesyukuran kita kepada orang-orang yang telah berbuat baik. Wallahu aโ€™lam. Source Ceramah Dr. Hakimuddin Salim, Lc., disampaikan saat POMG Kuttab Ibnu Abbas Klaten, Jumโ€™at 18 Desember 2021. Redaktur Luthfi Nur Azizah

keberkahan ilmu dari guru