🦐 Drama Natal Tentang Pengharapan
DeddyG. Satyaputra adalah “Fajar Pengharapan Diiringi Ratapan”. Di GKI Darmo Permai perayaan Natal pun dirayakan dengan pementasan drama Natal yang kembali membawa anggota jemaat yang hadir ke jaman kelahiran Yesus. Tentang Kami. Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) terdiri dari 225 jemaat yang terbagi dalam 19 klasis dalam 3 Sinode
Dandalam masa interim ini, Allah telah mempercayakan banyak hal untuk kita kerjakan. Kita, sebagai pengikut Kristus di akhir zaman ini, harus merangkul dan menghidupkan kembali keyakinan pengikut-pengikut Kristus awal itu. Tema Natal kali ini, “Bersinar dan Menjadi Terang” (Matius 5:16), mengingatkan kita akan tugas utama yang dipercayakan
Akantetapi, karena kematian dan kebangkitan Yesus, keluarga saya memiliki pengharapan. Penderitaan yang tak terhindarkan dalam pandemi ini -- kematian, sakit penyakit, ketakutan, kehilangan, isolasi, dan kesulitan finansial -- akan sulit dihadapi. Hal ini tampaknya begitu besar dan sulit untuk dijelaskan.
1 Pengharapan datang dari iman yang sejati dan iman yang sejati datang dari firman. Jadi firman Tuhanlah dasar bagi iman kita, dan iman itulah yang membawa kita menaruh harap pada rencana Allah yang kekal. Ini adalah sirkulasi yang baik, sirkulasi yang indah.
Dramanatal tentang pertobatan, drama natal sedih . Mama :(wajah sedih)itu lah yang namboru hari ini juga . Ketemu lagi nih, dipostingan ini kami akan memberikan informasi keren seputar drama natal . Anda juga bisa memilih film natal kartun, disney, atau bertema komedi sesuai. 30+ trend terbaru drama natal pemuda yang
Menurutbeberapa sumber Kelinci Paskah muncul dari imigran yang menetap di Pennsylvania yang membawa tradisi kelinci membawa telur di hari Paskah. Kemudian kebiasaan ini akhirnya menyebar dan mulailah kelinci identik dengan perayaan Paskah. Demikian penjelasan mengenai arti, dan makna Paskah serta, serta asal usul telur dan kelinci Paskah.
DALAM TUHAN ADA PENGHARAPAN” Di sebuah kota kecil, ada sebuah keluarga Kristen yang sangat harmonis. Keluarga ini sangat taat pada Tuhan dan mereka rajin beribadah di Gereja. Ribka merupakan putri dari keluarga itu. Ayah Ribka, Pak Agus merupakan dosen ternama, sedang Ibu Ribka, Ibu Vivian hanyalah seorang Ibu rumah tangga biasa.
Natalseharusnya mengingatkan kita tentang pengharapan dan keselamatan yang Yesus bawa ke dunia yang terhilang di dalam dosa ini. Nabi Yesaya berbicara tentang Yesus ketika ia berkata, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan
ParkBo-young siap adu akting dengan Yeon Woo-jin di drama terbaru. 22 Juli 2022 08:56. Berkenalan dengan lima bintang Korea di "In The Soop: Friendcation" Gereja Katedral Jakarta pada perayaan Natal 2017 mengusung pesan tentang kebinekaan dan nusantara. (ANTARA Wahyu Putro A) Jakarta (ANTARA News) - Berikut lima berita pada Senin (25/12
. Babak IPertengkaran GembalaDi padang Efrata yang berumput hijau, terlihat ada banyak domba yang digembalakan. Layar Menampilkan kawanan domba yang sedang merumput. Terdengar suara domba-domba yang sebuah kisah di sebuah negeri Israel. Bangsa yang tinggal dan berdiam di negeri ini adalah umat pilihan Tuhan. Mereka telah menyaksikan mukjizat dan pertolongan Tuhan, ketika Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di tanah empat puluh tahun bangsa Israel mengembara di padang pasir menuju tanah perjanjian. Selama itu pula Tuhan mencukupi segala kebutuhan mereka. Meski Allah sudah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan dan memberikan tanah yang berlimpah susu dan madu, tapi mereka sering memberontak kepada Tuhan. Hukuman demi hukuman, peringatan demi peringatan, teguran demi teguran, tak juga membuat mereka jera. Kira-kira duaribu tahun yang lalu, Allah membiarkan Israel dijajah dan dikuasai kerajaan Romawi. Di bawah pemerintahan Romawi, kebebasan mereka dibatasi. Mereka harus membayar pajak yang tinggi. Kegiatan mereka dimata-matai. Mereka tak boleh menentukan nasib mereka tengah kesesakan, Israel kembali berpaling dan berseru kepada Tuhan. Mereka menantikan pembebasan yang dijanjikan. Datangnya Penyelamat yang datang dengan penuh keperkasaan. Yang memimpin mereka berperang melawan penindasan. Tapi, mengapa sang Pembebas tak kunjung menjelang? Kapankah Penyelamat akan datang? Kapankah kesesakan itu 'kan terhilang? FADE INZebulon masuk dari arah kiri panggung sambil menghardik domba-domba milik orang lain supaya menjauh. Tak lama kemudian Zakaria masuk dari arah kanan panggung dengan wajah marah. 1. Zakaria Hei, Zebulon . . . .!!! Apa yang kamu lakukan?!! Mengapa kamu menghalau domba-dombaku??!! 2. Zebulon Zakaria, kamu bisa menggembala, tidak sih?!! Lihat, tuh! Domba-dombamu masuk ke dalam wilayah penggembalaanku. Makanya kuhalau saja domba-dombamu. 3. Zakaria Lho, emangnya padang rumput ini milikmu saja??!! Setiap orang bebas menggembala di sini. Siapa yang lebih dulu menggembala ada di sini, dia berhak melepas domba-dombanya di situ. Kami sudah ada di sini lebih dulu daripada kalian. Jadi kamu dan teman-temanmu itu uang sebenarnya mengganggu tempat kami. 4. Zebulon Salah, Bung! Justru kami yang berhak atas padang rumput ini. Tahu, nggak . . . Majikan kami sudah mendapat ijin untuk menggembala di sini. 5. Zakaria Ijin? Ijin apaaan? Dari jaman nenek moyang kita sampai sekarang tidak ada ijin-ijinan untuk menggembala domba. 6. Zebulon Jaman sudah berubah Bung! Sekarang ada aturan-aturan yang harus ditaati. Sekarang ini ada aturan baru. Untuk menggembala di sini harus mendapat ijin. 7. Zakaria Siapa yang membuat peraturan itu? 8. Zebulon Ya, pemerintah Romawi. Kamu punya ijin, nggak? Kalau nggak punya, giringlah domba-domba kalian dari tempat ini! 9. Zakaria Sudah kubilang, kami tidak butuh ijin-ijinan 10. Zebulon Kalau tidak punya ijin, berarti kamu adalah gembala liar 11. Zakaria Apa katamu?!!! Jangan sembarangan menuduh kami gembala liar, ya! Tarik kembali ucapanmu itu, kalau tidak . . . 12. Zebulon Kalau tidak . . .mau apa?? 13. Zakaria Kamu menantang, ya??!!! Keduanya menyanyi bersahut-sahutan saling menantang. Lagu "Ada Gerakan Roh Allah di Sini"ZakariaHai kau pengganggu di siniPergilah dari siniKe Barat ke Timur, Utara atau SelatanTerserah kemana kau pergiZebulonHai kau gembala liarKau yang harusnya pergiKamilah yang punyaIjin di tempat iniPergilah dari siniMereka bersiap berkelahi. Simeon masuk untuk melerai. 14. Simeon Berhenti . . . berhenti . . . jangan bertengkar! Itu tidak baik! Kenapa sih bertengkar? Apa tidak dapat dibicarakan baik-baik? 15. Zebulon Hei, Simeon. . . nasihati tuh temanmu supaya tidak menyerobot tempat penggembalaan kami. 16. Zakaria Enak saja. Justru Zebulon ini yang menyerobot wilayah kita. Aku sudah ngomong baik-baik dengannya, tapi dia malah mengatakan aku gembala liar. Apa tidak keterlaluan tuh! 17. Zebulon Kalau orang yang tidak punya ijin itu disebut apa? Liar, 'kan? Lha kalau memang liar, harus dibilang apa lagi? Kalau liar, ya liar. . . liar . . . liar!!! 18. Zakaria Jaga mulutmu ya!! [mulai marah] 19. Simeon [meredakan suasana] Sudah . . . .sudah. Mari kita bicarakan baik-baik. Penggunaan kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Kekerasan hanya akan menimbulkan dendam berkepanjangan. 20. Zakaria Kalau dia tidak bisa diomongi baik-baik, ya mau pakai cara apa lagi?!! 21. Simoen Hati boleh panas, tapi kepala harus tetap dingin. Mari kita bicarakan jalan keluarnya. . . . 22. Zebulon Lihatlah . . . padang rumput ini sangat terbatas. Tempat ini tidak cukup untuk memberi makan dua kawanan domba kita. Maka satu-satunya cara maka salah satu di antara kita harus meninggalkan tempat ini. 23. Zakaria [menyahut] Betul . . . Kamu yang harus pergi dari sini 24. Zebulon Enak saja. . . kamu yang pergi! 25. Zakaria Kamu! 26. Zebulon Kamu! 27. Zakaria Kamu! Simeon menyanyiLihat betapa baik dan indahnya Saudara yang rukun bersama. 2xDisatukan dalam persatuan, la la la la la la la 2XSimeon, Zakaria dan Zebulon menyanyi bersamaOh, betapa indahnya, dan betapa eloknyaBila saudara seiman, hidup dalam kesatuan 2XBak urapan di kepala HarunYang ke janggut dan jubahnya turunSeperti embun yang dari HermonMengalir ke bukit SionKe sana tlah diperintahkan TuhanAgar berkat-berkat dicurahkanKehidupan untuk selamanyaOh betapa indahnya 28. Simeon Dengarkanlah baik-baik. Kita ini 'kan hanya menggembalakan domba-domba milik majikan kita. Iya, to? Jadi biarlah majikan-majikan kita yang menyelesaikan masalah ini. Iya to? Sekarang begini saja. Mari kita melaporkan persoalan ini kepada majikan kita masing-masing. Biarlah mereka yang memutuskan apa yang harus dilakukan. Iya to? Untuk sementara, biarlah domba-domba kita merumput bersama di sini. Setuju, nggak? 29. Zebulon [berpikir sejenak] Hmmmm. . . . baiklah, aku setuju. 30. Zakaria Aku juga setuju 31. Simeon Kalau begitu, Zebulon, melaporlah kepada majikanmu. Dan kamu, Zakaria, jagalah kawanan domba kita dan kawanan domba Zebulon. Aku juga mau melapor kepada pak Yoas, majikan kita. Zebulon keluar melalui pintu kiri, Simeon keluar lewat pintu kananFADE OUTBabak IIPemerasan Tentara RomawiLayar Suasana perkotaan. Terlihat bangunan-bangunan khas Timur Tengah. Ada orang yang berlalu lalang ambil menuntun onta dan keledai. Tiba ada tentara Romawi yang mengejar dua anak kecil. Back Sound Suasana perkotaan. Lampu layar mati FADE INSarah masuk sambil membawa baju baru yang belum selesai dijahit. Dia mencari-cari sesuatu 1. Sarah [Bicara sendirian] Aduh.... aku lupa di mana menyimpan jarum! Aku letakkan di mana, ya? Kemarin sih rasanya aku selipkan di baju ini, tapi sekarang kok tidak ada? Meski kecil, tapi benda ini sangat berjasa membantuku mencari nafkah untuk keluargaku. Aku mendapat upah dengan menjahit baju-baju benda itu sampai hilang, wah bisa gawat, nih. Aku terpaksa membeli jarum lagi. Padahal semua harga sekarang mulai naik. Bahkan harga jarum pun ikut naik. Padahal aku tidak dapat menaikkan upah jahitku. Sekarang orang-orang yang menjahitkan baju semakin berkurang. Jangankan bikin baju baru, untuk makan saja sudah susah. Jaman memang serba susah. Meski jaman sedang susah, aku tidak boleh ikut-ikutan susah karena Allah selalu menyertaiku. Tuhan selalu menghiburku. [Sarah menyanyi] Tak usah ku takut Allah besertakuTak usah ku bimbang Tuhan pliharakuTak usah ku susah Dia s'lalu hiburkuTak usah ku cemas Dia memberkatikuEl Shaddai 2X Allah Maha KuasaDia besar 2Xx El Shaddai MuliaEl Shaddai 2X Allah Maha KuasaBerkatNya melimpah El Shaddai Tiba-tiba Naftali dan Dina menerobos masuk. Mereka kelihatan ketakutan sambil mencari-cari tempat bersembunyi. Sarah menjadi heran. Dia ingin bertanya kepada kedua anaknya, tetapi tidak sempat karena ada tentara Romawi yang menerobos masuk. Sikapnya terlihat sok kuasa. 2. Yunius [Suara tegas] Mana? Dimana kedua anak itu?!! 3. Sarah [Terkejut, tapi menjawab dengan sabar dan lembut] Mari, Pak. Silakan duduk, Pak. 4. Yunius [Tidak menghiraukan Sarah] Hei Bocah! Ayo keluar!!! Aku tahu kalian bersembunyi di rumah ini!! 5. Sarah Bapak . . . Ada perlu apa Bapak bertamu ke rumah kami? Bapak ini siapa? Yunius menyanyi [Lagu "Aku seorang Kapiten"]Aku tentara RomawiMempunyai tombak panjangKalau berjalan prok . . . prok . . .prokAku tentara Romawi 6. Yunius Namaku Yunius. Aku seorang tentara Romawi. Tugasku adalah menjaga ketertiban kota. Namamu siapa? 7. Sarah Nama saya Sarah, Pak. Saya pemilik rumah ini. 8. Yunius Aku ke sini untuk mencari dua anak yang masuk ke dalam rumah ini. 9. Sarah Oh, mereka anak-anak saya, Pak. Namanya Dina dan Naftali. Apa Bapak ada perlu dengan mereka? 10. Yunius Panggil mereka ke sini!! 11. Sarah Dina! Naftali! Ke marilah, Nak! Bapak Yunius ini mencari kalian. Dina dan Naftali keluar dari persembunyiannya dengan wajah takut-takut. Dina masih memegang alat musik dan Naftali memegang batok kelapa. 12. Yunius Aku akan menangkap kedua anak ini. 13. Sarah Apa salah mereka, Pak? 14. Yunius Mereka telah mengganggu ketertiban kota. 15. Sarah [Berpaling kepada Dina dan Naftali] Apa yang telah kalian lakukan? 16. Dina Aku dan adikku hanya menyanyi-nyanyi di pasar. Orang-orang yang senang dengan nyanyian kami lalu memberi uang kepada kami . . . 17. Naftali Tiba-tiba Bapak yang galak ini akan menangkap kami. 18. Yunius Yang kalian lakukan itu namanya mengamen. Pemerintah Romawi melarang pengamenan selain karena nyanyian kalian yang asal-asalan, juga mengganggu kenyamanan pembeli di pasar. 19. Dina Tapi kami tidak pernah memaksa mereka memberi uang, kok . . . 20. Naftali Kalau mereka tidak mau memberi uang juga tidak apa-apa 21. Yunius Pokoknya kamu telah melanggar peraturan! Titik! [membentak] Kamu mau melawan pemerintah, ya?!! 22. Dina [Tertunduk takut] Tidak, pak. 23. Sarah Maafkan kedua anak kami, Pak. 24. Yunius Kamu sebagai orangtua, kok ya membiarkan mereka mencari duit. Dimana suamimu? 25. Sarah Saya janda, Pak. Suami saya sudah meninggal. 26. Yunius Meninggal karena apa? 27. Sarah Suami saya seorang nelayan. Saat mencari ikan di danau Galilea, kapalnya hancur diterjang badai. Beliau meninggal tenggelam bersama kapalnya. Sekarang kami harus bekerja keras untuk mencari makan. Saya mendapat upah dengan menerima jahitan baju dari tetangga. Simeon, anak sulung saya, mendapat upah dengan menggembala domba milik pak Yoas. Tapi saya tidak tahu kalau Dina dan Naftali juga ikut-ikutan mencari uang. 28. Dina Saya kasihan pada Ibu karena akhir-akhir ini tidak banyak mendapat pesanan jahitan baju. Makanya saya mengajak Naftali untuk mencari uang. 29. Yunius Tapi caramu itu melanggar hukum. 30. Sarah Mereka 'kan masih kecil, Pak. Mereka belum paham soal hukum. 31. Yunius Alasan itu tidak diterima. Kalau melanggar hukum yang harus ditangkap dan dihukum. Sekarang akan membawa kedua anakmu ke markas kami. 32. Sarah Tunggu dulu. . . Apa tidak ada cara lain, Pak? 33. Yunius Hmmm . . . . Bagaimana ya? Aku sebenarnya hanya menjalankan tugas dari komandan. Kalau nanti aku kembali ke markas tanpa membawa kedua anak ini . . . wah, Komandanku bisa marah besar. Kecuali . . . . [berhenti bicara] 34. Sarah [Menyahut] Kecuali apa, Pak? 35. Yunius Kecuali kalau ada sesuatu yang meredakan kemarahannya . . . 36. Sarah & Dina Apa itu? 37. Yunius Komandanku suka sekali pada daging Kebab Domba. Kalau diberi bingkisan Kebab Domba, pastilah amarahnya akan reda kembali. 38. Sarah Tapi itu 'kan barang mahal. Kami tidak punya di sini . . . 39. Yunius Gampang . . . beli saja di pasar. Supaya tidak merepotkan Ibu, biar aku yang membelika di pasar, sekalian kembali ke markas nanti. Ibu cukup menitipkan uang sebanyak 500 shekel kepadaku. 40. Sarah [terkejut]Haaaa . . . 500 shekel?!! Itu uang yang banyak sekali! 41. Yunius Ya terserah kalianlah. Kalau begitu, aku terpaksa menangkap kedua anak ini. 42. Sarah Jangan . . . jangan . . . pak. Anak saya jangan ditangkap ya, pak. Kami punya tabungan, tapi hanya 300 shekel. 43. Yunius Itu masih jauh dari cukup . . . 44. Sarah Oh ini, ada tambahan 50 shekel. Ini sebenarnya untuk membeli gandum untuk sebulan. [menyerahkan uang] 45. Yunius Wah, bagaimana ya . . . . Sebenarnya masih kurang, sih. Tapi ngomong-ngomong, di samping rumah aku melihat ada seekor kambing terikat di pohon. Saya akan membawa kambing untuk menggenapi kekurangannya. 46. Dina Tapi . . . [keberatan] 47. Sarah Nggak apa-apa Dina. Biarlah Bapak membawa kambing itu. Yunius keluar. Dina duduk bersimpuh di kaki ibunya, diikuti oleh Naftali. Lampu meredup sejenak. Layar Yunius menuntun kambing. Kambingnya berontak. Yunius berusaha keras menarik, tapi malah diseruduk. Laampu layar dimatikan, lampu panggung hidup. 48. Dina Maafkan Dina, ya Bu. . . karena telah menyusahkan Ibu. 49. Sarah Tidak apa-apa Dina. Ibu senang dan terharu karena kamu dan adikmu juga ikut terbeban pada persoalan keluarga. 50. Dina Tuhan itu nggak adil, ya Bu! 51. Sarah [Heran] Lho kamu kok bisa berkata begitu? 52. Dina Bagaimana tidak, kita yang taat pada Tuhan, hidupnya susah melulu. Tapi lihat tuh pejabat-pejabat Romawi yang tidak mengenal Tuhan. Hidup mereka sungguh enak. Hampir setiap hari mereka mengadakan pesta. Sedangkan kita, untuk cari makan sehari saja, sulitnya bukan main. Apakah itu adil namanya. 53. Sarah Sabar, Nduk! Gusti Allah ora sare. Tuhan itu tidak tidur. Raja Daud pernah berkata "Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara." 54. Dina Oh. . . begitu. Jadi kita tidak boleh kehilangan pengharapan, ya bu? 55. Sarah Benar, Nduk. Ibu jadi ingat sebuah lagu 56. Dina Oh, ya . . . lagu apa itu? 57. Sarah Begini lagunya Sarah menyanyiJangan kamu kuatir burung di udara Dia pliharaJangan kamu kuatir bunga di padang Dia hiasiJangan kamu kuatir apa yang kau makan, minum pakaiJangan kamu kuatir Allah di Surga memeliharaDina dan Naftali menyanyiAku tidak kuatir burung di udara Dia peliharaAku tidak kuatir bunga di padang Dia hiasiAku tidak kuatir apa yang kumakan, minum pakaiAku tidak kuatir Allah di Surga memelihara 58. Dina Dina sekarang mengerti, Bu. Allah selalu memelihara dan memenuhi kebutuhan kita. 59. Sarah Benar, Nduk. Tapi ngomong-ngomong, untuk makan besok Ibu tidak memiliki uang lagi. Seluruh uang kita sudah dibawa oleh pak tentara tadi. 60. Naftali Terus bagaimana dong, Bu? Apa besok kita harus puasa. 61. Sarah Coba deh kita tanya abangmu, Simeon. Mungkin dia masih punya sedikit uang untuk membeli makanan. Sekalian kita beritahukan tentang kambing itu, kepadanya. Ayo kita susul Abangmu ke padang Efrata. Sarah, Dina dan Naftali menyusul Simeon ke padangFADE OUT Babak IIIKeluhan MajikanFADE IN[Di rumah yang besar, Yoas duduk di belakang meja. Dia terlihat serius menghitung uang dan mencatat di buku. Simeon masuk] 1. Simeon Permisi, Pak Yoas. 2. Yoas Eh, Simeon. . . mari masuk! 3. Simeon Apakah saya mengganggu? 4. Yoas Nggak apa-apa. Saya cuma menghitung-hitung saja. Ada perlu apa kamu datang kemari? Siapa yang menjaga domba-dombaku? 5. Simeon Zakaria yang menjaga domba-domba. Hmmm . . . begini pak. Ada persoalan di padang Efrata. 6. Yoas Persoalan? Persoalan apa? Apakah ada binatang buas yang menerkam dombaku? 7. Simeon Bukan, itu pak. 8. Yoas Apa ada orang yang mencuri domba-dombaku? 9. Simeon Bukan itu juga. 10. Yoas Apa ada domba yang sakit? 11. Simeon Juga bukan itu. 12. Yoas [bingung] Lalu apa, dong? 13. Simeon Begini, pak. Kami, para gembala yang menggembalakan domba-domba Bapak berebut padang rumput dengan para gembala yang menggembalakan domba-domba milik tuan Hizkia. Tadi sore, kami malah diusir oleh gembala tuan Hizkia. Katanya kami tidak punya ijin. Padahal kami 'kan sudah lebih dulu menggembala di sana. Berarti kami yang lebih berhak menggembala di sana. Iya 'kan pak? 14. Yoas [Menghela napas panjang] 15. Simeon Benar, 'kan pak? Kami punya hak menggembala di sana? 16. Yoas [Berdiam sejenak] Gembala tuan Hizkia itu benar . . . 17. Simeon [Bingung] Maksud Bapak? 18. Yoas Mereka lebih berhak menggembala di padang Efrata . . . 19. Simeon [Semakin bingung] Lho, kok bisa begitu sih Pak? 20. Yoas Begini lho Simeon. Pemerintah sekarang menetapkan peraturan baru. Mereka mengambil alih semua padang rumput yang ada di Israel ini. Kalau ada orang yang mau menggembala di sana, maka dia harus punya ijin dari pemerintah. 21. Simeon Oooo jadi yang dikatakan oleh Zebulon itu benar. Jadi kita harus punya ijin penggembalaan. 22. Yoas Tepat sekali. 23. Simeon Lalu, kenapa Bapak tidak memintakan ijin untuk kami? 24. Yoas Karena untuk mendapatkan ijin, maka kita harus membayar pajak. 25. Simeon Kenapa Bapak tidak membayar pajak? Peternak yang lain membayar juga 'kan? 26. Yoas Itulah yang sedang bikin aku pusing saat ini. Uang yang harus dibayarkan itu sangat tinggi. Setelah aku hitung-hitung, ternyata tidak seimbang dengan pendapatan yang aku dapat dari hasil ternak domba ini. Yang membuat aku semakin pusing, harga domba juga sedang jatuh . . . 27. Simeon Lho, kok bisa jatuh, pak? 28. Yoas Soalnya pemerintah Romawi membuat kebijakan baru, yaitu mendatangkan domba-domba dari negeri seberang. Padahal persediaan domba di Israel saja melimpah. Apalagi ditambah masuknya domba dari negeri seberang. Akibatnya harga domba-domba semakin anjlok. Nah, kalau pendapatanku menurun, aku tidak bisa membayar pajak untuk mendapatkan ijin itu. 29. Simeon Kalau begitu, apakah kami berpindah ke padang rumput yang lain saja, Pak? 30. Yoas Percuma saja. Kamu mau pindah kemana lagi? Sekarang ini padang rumput semakin menyempit karena dipakai untuk mendirikan benteng-benteng pertahanan tentara Romawi dan untuk membangun pasar-pasar. Sedangkan semua padang rumput yang tersisa sudah diambil alih pemerintah Romawi. Semua penggunaannya harus memakai ijin. 31. Simeon Bagaimana kalau domba-domba itu dikandangkan saja. Kita tinggal memberi makan? 32. Yoas Itu juga sudah aku pikirkan. Tapi tahu, nggak. . . sejak ongkos angkutan naik, maka harga pakan ternak juga ikut naik. Setekah dihitung-hitung, cara seperti ini malah rugi. 33. Simeon Lalu, bagaimana, dong pak? 34. Yoas Aku juga tidak tahu harus bagaimana lagi. Sekarang ini aku sedang menimbang-nimbang sebuah keputusan yang pahit . . . 35. Simeon [Cemas] Apa itu pak? 36. Yoas Aku akan menutup usaha ini. Aku akan menjual semua domba-dombaku . . . 37. Simeon Terus, bagaimana dengan nasib kami, pak? Ketrampilan kami hanyalah menggembala domba. Kalau semua domba dijual, kami harus kerja apa lagi? Bagaimana dengan nanti dengan nasib Ibu dan adik-adik saya? 38. Yoas Itulah yang membuatku merasa sedih. Sebenarnya aku juga tidak tega melakukan ini. Tapi bagaimana lagi? Sekarang cobalah kamu ikut memikirkan jalan keluarnya. Begini saja, kalau kamu punya usulan yang bagus, aku berjanji akan memberikan sepersepuluh dari domba-dombaku. Tapi kalau dalam tujuh hari ini tidak ada usulan yang bagus, aku terpaksa menutup usaha ini. 39. Simeon Baiklah, pak. Saya akan berusaha ikut memikirkannya. Saya minta permisi dulu. Saya akan kembali ke padang Efrata untuk memberitahukan hal ini pada teman-teman. 40. Yoas Oh, ya. Ini ada sedikit rejeki buatmu. Terimalah [memberi uang kepada Simeon] [Simeon pergi dari rumah pak Yoas]FADE OUTBabak IVKedatangan MalaikatFADE IN[Zakaria dan Zebulon duduk mengelilingi api unggun. Sayup-sayup terdengar suara lolongan serigala] 1. Zebulon [Gemetar] Zakaria, apakah kau mendengar suara itu? 2. Zakaria Suara apa? 3. Zebulon Itu tuh. . . suara anjing hutan. 4. Zakaria Oh, itu . . . saya mendengar sih. Tapi mereka 'kan ada di kejauhan. 5. Zebulon Iya sih, tapi bagaimana kalau mereka datang mendekat pada saat kita sedang tertidur. Lalu mereka menerkam kita . . . hiiii . . . ngeri!!! 6. Zakaria Makanya, kita membuat api unggun. Selama api ini masih menyala, anjing-anjing hutan ini takut mendekat. 7. Zebulon Tapi bagaimana dengan singa? Bagaimana kalau dia mengendap-endap di sekeliling kita, lalu tiba-tiba menerkam kita? 8. Zakaria Zebulon, Zebulon . . . Hidup dan mati kita itu ada di tangan Tuhan. Percayalah, Tuhan akan menjaga kita. Tuhan itu menjadi Gembala kita. Sama seperti kita menjaga domba-domba kita, Allah juga menjaga domba-domba kita. 9. Zebulon Ah, kamu ini ada-ada saja. Tuhan kok menjadi gembala. Masa' Tuhan disamakan dengan kita. 10. Zakaria Eeeeee . . . kamu belum pernah mendengar nyanyian raja Daud, ya? Raja Daud pernah menyanyi seperti ini, nih [Zakaria menyanyi]Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku Ia membaringkan aku, di padang yang berumput hijau Ia membimbingku, ke air yang tenang Ia menyegarkan jiwaku Ia menuntunku ke jalan yang benar Oleh karna namaNya Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman[Sarah, Dina dan Naftali masuk ke dalam panggung] 11. Zakaria Eh . . . bu Sarah. Apa kabar? Tumben menyusul kemari . . . 12. Sarah Kabar baik, nak Zakaria. Lho, ini malah ada nak Zebulon di sini, juga. 13. Zebulon Iya, bu. Ini kami sedang menggembala bersama-sama. 14. Sarah Oh, begitu. Eh, dimana Simeon? Aku ingin bertemu dengannya! 15. Zakaria Dia sedang pergi ke rumah pak Yoas, bu. Tapi sebentar lagi juga datang. Tunggu saja. 16. Zebulon Ini kok datang ramai-ramai. Dina dan Naftali juga ikut . . . 17. Sarah Itulah, nak Zebulon. Saya tidak tega meninggalkan mereka berdua di rumah. Jadi saya ajak saja mereka di sini. [Simeon masuk dengan wajah murung] 18. Zakaria Nah itu, Simeon sudah datang! 19. Simeon Ada apa, Bu? Mengapa menyusul kemari? 20. Sarah Simeon, tadi siang Dian dan Naftali ini akan ditangkap tentara Romawi karena mengamen di pasar. Supaya tidak ditangkap, Ibu terpaksa memberi uang dan kambing peliharaan kita kepada tentara itu. Sekarang Ibu tak punya uang untuk membeli makan hari esok. Apakah kamu masih menyimpan uang? 21. Simeon Ada, bu. Kebetulan aku tadi diberi uang oleh pak Yoas. Tapi setelah ini, saya tidak tahu apa saya masih bisa punya uang lagi [sedih]. 22. Sarah [Heran] Memangnya kenapa? 23. Simeon Pak Yoas akan menjual seluruh domba-dombanya. 24. Sarah Lho memangnya kenapa? 25. Simeon Di bawah pemerintah Romawi, keadaan kita semakin sulit saja. Pemerintah Romawi membuat kebijakan-kebijakan yang membuat sengsara rakyat Israel. Tentara-tentara Romawi juga bertindak kejam pada kita. 26. Sarah Yah kita harus bersabar saja, Nak. 27. Simeon Bersabar? Kita sudah cukup lama bersabar. . . sampai kapan lagi kita harus bersabar? 28. Sarah Hingga Allah memenuhi janji-Nya. 29. Simeon Janji? Janji apa? Kita sudah kenyang dengan janji-janji manis, tapi tidak semanis kenyataannya. 30. Sarah Allah selalu menepati janji-Nya. Kamu masih ingat 'kan pengajaran yang Ibu berikan? Pada jaman dulu, Allah telah membebaskan bangsa kita dari perbudakan di tanah Mesir? 31. Naftali [bersemangat] Aku ingat, Bu. Waktu itu Tuhan menuntun bangsa Israel melewati padang gurun yang gersang. 32. Dina [bersemangat]Pada siang hari, Allah mengirimkan tiang awan supaya kita tidak kepanasan. Pada malam hari Allah mengirimkan tiang berapi untuk menerangi jalan dan supaya kita tidak kedinginan. 33. Naftali [bersemangat] Supaya kita tidak kelaparan, Allah mengirimkan roti dan manna setiap hari. 34. Dina [bersemangat] Pada saat kehausan, Allah pernah mengalirkan air dari dalam batu yang keras. 35. Sarah Nah, tuh . . . anak kecil saja tahu! 36. Simeon Ya, itu 'kan cerita jaman dulu. Cerita itu sudah kunoooo . . . Tidak ada artinya pada jaman sekarang. Nyatanya, lihat saja! Dimanakah pertolongan Allah dalam keadaan yang serba susah saat ini?!!! 37. Sarah Dengar, nak . . . Tuhan berjanji akan memberikan seorang penyelamat bagi kita. Nabi Yeremia telah bernubuat begini. Dengarkan baik-baik "Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya TUHAN-keadilan kita." Sarah, Dina dan Naftali menyanyi "O Datanglah Imanuel" KJ 81 38. Simeon Alaaaaa . . . Itu 'kan cerita lama Bu. Nyatanya apa? Sudah ratusan tahun sejak nubuatan itu diucapkan, tapi sampai sekarang belum juga digenapi. Mungkin Tuhan sudah lupa pada janjinya!!! 39. Sarah Tuhan pasti menepati janji-Nya tepat pada waktunya. Waktu Tuhan, bukan waktu kita. 40. Simeon Sudahlah . . . Ibu dan adik-adik pulang saja. Kepala saya sedang pusing, nih. Saya mau istirahat sebentar. 41. Sarah Ya, sudah . . . Jaga dirimu baik-baik ya. Ibu dan adik-adikmu akan pulang. Sarah, Dina dan Naftali pulang ke rumah. Simeon membaringkan diri untuk istirahat. Zebulon dan Zakaria masih Tiba-tiba datanglah malaikat yang disertai dengan sinar yang terang. Para gembala itu menjadi takut. Malaikat menyanyi "Hai Gembala Efrata" dari Kidung Pelengkap Jemaat no. 65 42. Malaikat Jangan takut! 43. Simeon Siapakah Tuan? 44. Malaikat Aku adalah malaikat. 45. Zakaria Mengapa Tuan datang kepada kami yang hina ini? 46. Malaikat Aku akan memberitakan kabar gembira untuk seluruh bangsa 47. Zebulon Kabar apa itu? 48. Malaikat Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 49. Simeon Bagaimana kami dapat mengetahui Juruselamat itu? 50. Malaikat Carilah seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. Sekarang pergilah! Malaikat pergi. Terdengar suara malaikat yang bernyanyi "Gita Sorga Bergema" KJ no. 99 51. Simeon Ayo kita segera pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana! 52. Zakaria Ayo . . . . 53. Zebulon Bagaimana dengan domba-domba kita? Siapa yang akan menjaga? 54. Simeon Kita tinggal saja. Kabar ini lebih penting daripada domba-domba kita. Ayo segera berangkat! Simeon, Zebulon dan Zakaria pergi ke Betlehem sambil bernyanyi "Hai Mari Berhimpun" KJ 109Layar di kandang Betlehem ada Yusuf,Maria dan bayi Yesus. Orang Majus menyembah bayi Yesus dan menyerahkan hadiah. Disusul para gembala menyembah bayi Lagu "Malam Kudus" KJ no. 92. Lampu layar OUTBabak VPengharapan BaruFADE INDi rumah, Sarah sedang menjahit baju. Dina dan Naftali sudah tertidur. Simeon menghambur masuk. Kedua adiknya terbangun. 1. Simeon Ibu. . Ibu . . aku punya kabar gembira!!! 2. Sarah Wah . . . heboh banget. Lihat, tuh . . . kamu membangunkan adik-adikmu. 3. Simeon [terengah-engah] Yang dikatakan Ibu tadi sore memang benar. 4. Sarah [Tak mengerti] Benar apanya? 5. Simeon Itu lho, tentang janji Tuhan bahwa akan memberikan soerang Penyelamat. Janji itu sudah ditepati. 6. Sarah Maksdmu itu apa, to? 7. Simeon Bu, tadi aku baru saja didatangi malaikat Tuhan. Aku diperintahkan pergi ke Betlehem. Aku pergi ke sana dan bertemu dengan Penyelamat itu, Bu. Namanya Yesus [girang] 8. Dina Benarkah itu? 9. Simeon Benar, dik. Juruselamat itu telah datang. 10. Sarah Terpujilah Allah, pembebas Israel. Sebentar lagi kita akan dibebaskan dari penjajahan tentara Romawi. 11. Simeon Masih ada satu lagi kabar gembira . . . 12. Naftali Apa itu? 13. Simeon Waktu di Betlehem tadi, aku berkenalan dengan orang Majus yang datang dari negeri Timur. Mereka memberitahu kalau ada padang rumput di sebelah Timur negeri kita. Katanya, di sana kita bebas menggembalakan domba. 14. Naftali Apakah Abang akan menggembala domba di sana? 15. Simeon Besok aku akan melihat tempat itu. Kalau informasi itu memang benar, maka kita dapat hidup lebih baik. 16. Dina Mengapa bisa begitu, Bang? 17. Simeon Kalau aku dapat menemukan padang rumput yang baru, maka pak Yoas akan memberikan sepersepuluh domba-domba kepada kita. 18. Naftali Berarti kita dapat memiliki domba-domba sendiri? 19. Simeon Ya, betul. Nanti aku menggembala domba-domba pak Yoas dan kamu, Naftali, boleh menggembala domba-domba milik kita. 20. Naftali Asyiiiik!!! 21. Sarah [bersyukur] Tuhan memang baik. Ayo, jangan lupa kita harus mengucap syukur kepada Tuhan!! Sarah, Simeon, Dina dan Naftali bergandengan tangan dan bersama-sama menyanyi lagu "Hai Dunia Gembiralah" KJ no. 119LAYAR DITUTUP TAMAT
Persiapan Buatlah sebuah bintang besar berujung lima dari karton manila kemudian dibungkus kertas berwarna kuning emas. Buatlah juga bintang yang berukuran sedang, yang dibungkus dengan kertas berwrna biru terang, perak, merah, hijau, jumlah bintang sedang disesuaikan dengan jumlah jemaat yang hadir dalam perayaan Natal. Misalnya 12 jemaat berarti bintang sedang berjumlah 12. Bintang – bintang ini sebelum Cerita Natal dapat diletakan sebagai dekorasi pada pohon Natal atau pada ruangan tempat acara Natal. Pengantar Bagian I Ada sebuah keajaiban yang terjadi waktu Yesus lahir. Tuhan memakai bintang untuk menunjukan keberadaan bayi Yesus. Ada satu bintang yang bersinar sangat terang dan cahayanya menuntun para majus untuk mencari bayi Yesus yang baru lahir. Pemutaran Film Kartun Episode Para Majus dan Bintang Kelahiran Yesus menjadi bintang kehidupan yang menuntun dan memberi pengharapan bagi kita semua. Percakapan Bintang Bagian II Di Perankan oleh Guru Sekolah Minggu dengan memakai Bintang Kuning Besar dan Bintang Biru Di angkasa yang penuh bintang, suatu kali Bintang kecil biru bertanya untuk bintang emas. Bintang Biru “Hai bintang Emas, hari ini cahayamu sangat cemerlang dan indah. Ada apa ?? Bintang Emas dengan senyum merekah menjawab “Hei bintang kecil. Tuhan berbisik padaku, Juruselamat sudah lahir ke bumi lalu kuasa Tuhan terjadi atasku. Tuhan memakaiku untuk menjadi alatNya. Aku menjadi bintang paling berbahagia”. Bintang biru langsung bilang “oh iya benarkah ??? Engkaukah bintang yang membawa para majus bertemu bayi Yesus??? Sungguh luar biasa … kamu harus bangga Tuhan memakai kamu”. Bintang emas menjawab “Heei bintang kecil, Tuhan juga mau memakai kamu bukan hanya saya. Yesus Putra natal itu sudah lahir, seluruh umat manusia dan semua ciptaan sudah ditebusNya dan semua dipakai menjadi alat untuk menyatakan kasih Tuhan termasuk kita bintang – bintang di langit. Bintang Biru “Ooh benarkahh ??? Ini kabar sukacita,,, aku mau menjadi alat untuk menyatakan kabar sukacita dengan terus bersinar sebagai bintang di angkasa. Makna Bintang Bagian III Bintang Natal masih bersinar sampai hari ini. [Guru Sekolah Minggu mengangkat bintang besar dan menjelaskan maknanya bagi semua anak Sekolah Minggu] Bintang ajaib yang nampak di langit pada hari Natal pertama itu memiliki lima pokok berita bagi dunia. Bintang pengharapan. Berabad-abad lamanya dunia berada dalam kegelapan. Tetapi pada waktu orang-orang Majus itu memandang bintang itu, maka pengharapan lahir di dalam hati mereka. Melalui bintang itu mereka mengetahui bahwa seorang Raja akan dilahirkan. Dia akan membawa terang ke dalam dunia yang gelap. Dia akan memberikan kesukaan ganti kedukaan, damai ganti kesukaran. Bintang pimpinan. Bintang memimpin orang-orang Majus menempuh gurun pasir, melalui padang gurun kepada Yesus. Dia memberikan kepada mereka satu tujuan dan satu sasaran untuk dicapainya. Bintang itu memimpin mereka sampai ke tempat tujuannya dan bertemu dengan bayi Yesus. Bintang cahaya Dalam kegelapan malam bintang itu paling cemerlang di antara yang lain. Bintang itu menjadi penanda pada Cahaya dan Terang yang sesungguhnya yaitu Yesus Putera Natal. Yesus memberi terang ke dalam hidup setiap anak yang membuka hati mereka untuk Yesus. Bintang kehidupan Ketika bintang itu bercahaya di atas Seorang Anak di Betlehem itu, orang Majus memasuki kota kecil itu dan menyambut Raja yang muda, yang akan menjadi pemberi hidup - yakni kehidupan kekal. Bintang Kasih Ujung kelima pada bintang memberi tahu kepada kita bahwa bintang yang telah bersinar di benua Timur itu adalah satu BINTANG KASIH. Allah, dalam kasih-Nya yang besar, telah menempatkan bintang itu di langit untuk menceritakan pemberian kasih-Nya kepada orang- orang di tempat yang jauh. Siapakah pemberian kasih-Nya itu? Tentu saja, Bayi Yesus! Komitmen Seperti Bintang Bagian IV Yesus Juruselamat manusia sudah lahir. Mari kita bersukacita seperti para malaikat. Kita menjadi bintang yang bersinar terang di angkasa. Dan menjadi terang di dalam Yesus dengan melakukan semua yang Tuhan kehendaki. Apakah mencuri adalah perbuatan terang? Bagaimana dengan menyontek apakah itu di kehendaki Allah? Sekarang, marilah setiap jemaat mengambil bintang – bintang yang ada di pohon Natal dan ada dalam ruangan ini, lalu pada bintang itu tuliskanlah sebuah kata kerja yang menjadi komitmen adik – adik ketika merayakan Natal Yesus Kristus. Memberi kesempatan perwakilan jemaat mengambil bintang dan Anak Sekolah Minggu dan masing – masing jemaat menulis komitmen bersama – waktu 5 menit. Setiap perwakilan jemaat maju dan membacakan komitmen dan diakhiri dengan Pujian Natal bersama sebagai persembahan bagi Yesus Putera Natal. Penutup Bagian V Adik - adik mempunyai pengharapan akan masa depan yang indah bila memberikan hati kepada Yesus. Pimpinan, terang, dan kehidupan adalah milik kita bila kita mengikut bintang itu. Dan lebih dari semuanya, Allah begitu mengasihi kita sehingga memberikan anak-Nya yang tunggal sebagai pemberian Natal bagi kita. Bukalah hati pada hari Natal ini dan terimalah Yesus. Selamat Merayakan Natal dan Tahun Baru. Tuhan memberkati.
Hai, Sahabat DEAR PELANGI! Kali ini saya bagikan drama Natal bagi ibu – ibu atau Persekutuan Wanita Kristen. Kita semua merayakan Natal Yesus Kristus. Namun seringkali tanpa kita sadari, Natal kehilangan maknanya dibalik hiruk pikuk seremonial natal dan kehidupan manusia. Karena itu kita mesti kembali pada hakekat Natal yang sesungguhnya sebagaimana yang disampaikan dalam pesan drama “ARTI NATAL” ini. “ARTI NATAL” Para Pemeran Narator Ibu – ibu Penjual Ibu – ibu kaya Ibu – ibu yang pesta pora Orang asing Ibu Miskin dan anaknya Narator Desember yang dulu datang lagi, membawa sejuta makna, memberi sejuta harapan bagi setiap insan di dunia. Lahirnya Juruslamat dunia di kandang yang hina, yang t’lah datang untuk menebus dosa kita manusia, Dialah Yesus Kristus Sang Raja Damai. Kini, Desember disambut dengan sukacita dan meriah. Kidung – kidung Natal yang mengalun lembut terdengar di mana – mana. Pohon – pohon Natal berdiri megah dihiasi lampu kerlap – kerlip tapi adakah yang merenung APA ARTI NATAL ITU? Saudara – saudara, saksikanlah sebuah fragmen dengan judul ARTI NATAL yang dipersembahkan oleh Persekutuan Wanita ............ ADEGAN I Dua orang ibu masuk dan duduk mengatur jualan dan menawarkan jualan mereka Penjual 1 Sayur...sayur...siapa yang mau beli? Masih segar – segar... beli sayur segar... masak sayur segar supaya keluarga sehat...beli sayur...beli sayur untuk masak makan di hari natal. Penjual 2 Pinang! Pinang! Siapa yang mau beli pinang...dijamin bagus...tidak rugi makan pinang yang saya jual. Orang asing masuk sambil melihat – lihat keadaan sekitar dengan heran. Penjual 1 dan 2 langsung menawarkan jualan kepada orang asing sambil berharap jualannya bisa laku Penjual 1 Ibu ... mari beli sayur segar, baru petik dari kebun! Penjual 2 Ibu...beli pinang saja...isi bagus...! Orang asing Maaf ibu – ibu, bisa tanyakah? Saya liat semua orang hias – hias rumah, taruh pohon bagus yang lampunya menyala – menyala trus ada tulisan selamat hari natal. Saya orang baru, saya penasaran sekali...natal itu artinya apa? Penjual 1 Oooh ibu ko orang baru kah? Ko tra tau natal itu apa? Natal itu yang sekarang tong bajual ni supaya bisa beli keperluan natal. Orang Asing Jadi natal itu artinya bajual kah? Penjual 2 Eeh ibu...ko stop tanya – tanya sudah...tong ini bukan pendeta jadi bisa kasih penjelasan...ko mo beli kah atau mo tanya – tanya saja...kalau Cuma mau tanya – tanya saja lebih baik ko pergi sudah... Orang asing Maaf saya Cuma ingin tahu...tapi trima kasih saya bisa tahu ternyata Natal itu artinya bajual. Orang asing pergi dan dua ibu yang berjualan juga keluar ADEGAN II Ibu – ibu yang kaya baru pulang belanja di toko sambil bercakap – cakap Orang kaya 1 Wah ibu...ko juga beli barang – barang banyak e...untuk persiapan Natal kah? Orang kaya 2 Iya itu sudah...anak – anak juga banyak jadi...natal begini kalau beli baju baru untuk kakak saja nanti dia pu adik marah – marah...jadi semua dalam rumah harus dapat baju baru satu pasang dengan sepatu...makanya belanja cukup banyak ni...trus ibu beli apa? Orang kaya 1 Saya ni beli bahan – bahan kue untuk bikin kue...soalnya anak – anak ni dong mau makan yang saya bikin sendiri...dong tra suka beli kue yang jual – jual di toko... Orang kaya 2 Ooo kalau saya tu setiap natal...saya biasa pesan kue saja...soalnya kalau mo bikin sendiri repot sekali...blum lagi harus hadir di acara – acara natal...undangan banyak jadi...makanya sibuk sekali tra bisa bikin kue sendiri...tapi di tempat yang saya pesan ini kuenya enak – enak...pokoknya macam – macam kue dong siapkan...makanya setiap natal tu saya selalu pesan saja. Orang asing Permisi bu...tadi saya dengar ibu – ibu bicara tentang natal...saya ingin tau apa artinya natal ya? Orang kaya 1 Natal itu tiap tahun tong rayakan...anak – anak paling senang saat natal karena bisa makan kue enak dan biasanya waktu natal itu tong beli baju baru, sepatu baru...hias – hias rumah...pokoknya waktu natal itu tong ibu-ibu biasa sibuk. Orang asing Natal! Beli baju baru, sepatu baru...makan enak...wah asyik juga e. Orang kaya 2 Iya semua orang senang kalau natal tiba... Orang asing mengucapkan terima kasih dan pergi meninggalkan kedua orang ibu yang kaya itu ADEGAN III Dua ibu minum – minuman keras dan dua ibu lainnya bermain kartu, orang asing masuk Ibu 1 Hei ....ada polisi...ayo bubar. Lari! Lari! Semua berusaha lari Orang Asing Ibu – ibu jangan lari...tidak ada polisi! Maaf...saya orang baru...saya jalan dan melihat suasana semua orang merayakan natal...saya mau tahu apa arti natal? Ibu 2 Natal? Tong tidak tahu natal... Ibu 3 Ha ha ha ha untuk apa ko susah – susah cari tahu arti Natal...lebih baik ko gabung minum dengan kami...ko tahu, setiap natal dengan tahun baru itu semua orang berpesta...ada minuman banyak...tong bisa minum sampai puas...bapa – bapa minum ... anak muda minum ... tong ibu – ibu juga bisa minum...ha ha ha ha... Ibu 4 Eh lanjut dengan tong pu kegiatan...tra usah pusing dengan ibu itu. Ibu – ibu lanjutkan kegiatan Orang asing Natal! Minum – minum pesta pora...sungguh aneh! Orang asing keluar ADEGAN IV Ibu miskin dan anaknya masuk Ibu miskin Tolong .... anak saya sakit...anak saya lapar... sudah 3 hari kami tidak makan...toloooong...adakah orang yang mau bantu kami? Orang asing Wah ibu...anak ibu panas sekali...dia harus dibawa ke dokter untuk diperiksa... Ibu miskin Kami tidak punya uang untuk ke dokter...untuk makan saja kami susah...kami ini orang miskin...Sambil menangis Orang asing Apakah ibu juga orang kristen yang merayakan natal? Ibu miskin Iya kami rayakan natal...kalau ada orang yang baik kami dapat sumbangan waktu natal...tapi biasanya kami hidup susah...tidak ada orang yang peduli pada kami... Orang asing Apa artinya natal? Apa artinya Natal? Di sana ada orang yang jualan untuk bisa bikin natal...ada orang yang belanja banyak – banyak beli baju baru, sepatu baru untuk natal...lalu ada orang yang pesta pora minum sampai mabuk merayakan natal dan tahun baru...tapi ada orang yang lapar ... ada orang yang menderita yang juga rayakan Natal....jadi apa itu Natal? Untuk apa kita rayakan Natal? Dua orang ibu masuk dengan lilin yang menyala sambil baca Yesaya 91 dan Yoh 316...sementara mengalun lagu PENEBUSKU...lilin diberi bagi orang asing serta ibu miskin dan anaknya Narator Natal datang lagi...apa artinya Natal? Bukan sekedar aneka hidangan yang lezat serta mempercantik rumah, bukan sekedar baju – baju natal yang baru telah terpajang dan siap dipakai tetapi ada hati yang harus dipercantik dan ada jiwa yang harus dikenyangkan. Natal datang lagi...apa artinya Natal? Bukan sekedar suara gaduh petasan, kilau nyala kembang api, meriahnya kunjungan teman – teman dengan minuman yang memabukkan tapi ada hati yang hening dan damai, bersih dan sederhana tercermin di wajah sang bayi munggil dalam kandang kecil. Natal datang lagi...bukan apa yang kita kerjakan tapi apa yang telah dikerjakan Allah dalam Kristus...Dia yang telah datang merendahkan diri menjadi manusia dan menebus kita menghendaki kita sediakan hati yang bersih, penuh kerendahan, pengampunan dan sukacita, ITULAH NATAL Orang asing Mengajak semua pemeran untuk bergabung...setiap pemeran menyalakan lilin dan diakhiri dengan DOA oleh orang asing lalu saling berjabat tangan. _The End_
drama natal tentang pengharapan